Disetiap tarik nafasku
Asma Mu berdetak di jantungku
Disetiap derai langkah kakiku
Nama Mu berdenyut di tiap sendiku
Andai hari kematian itu bisa ku hafalkan
Andai kematian itu bisa tertulis di buku harianku
Andai setiap nafasku bisa ku gadaikan
Andai tahu saat sang penggenggam melepaskan dari raga lemahku
Salah itu tak kan ku lakukan
Dosa itu kan ku hapuskan
Umur itu tak kan ku sia-siakan
Hariku kan ubah menjadi kesempatan
Tapi mengapa ...
Dosa itu masih berulang
Mengecewakan Mu menjadi kebiasaan
Ego itu belum juga ku hilangkan
Tuhan ..
Aku malu
Rasa syukurku belum ku lafadzkan
Namun keluh itu masih ku hembuskan
Sisa hariku tiada ku tahu
Sisa nafasku jadi rahasiaMu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar